Pertanian

Proses Pengolahan Pinang Belah Kering

Pinang banyak dijual dalam bentuk pinang belah kering. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa pinang harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dimaksudkan untuk mengawetkan pinang...

Written by Jamaluddin · 1 min read >
Proses Pengolahan Pinang Belah Kering

Pinang banyak dijual dalam bentuk pinang belah kering. Mungkin anda bertanya-tanya kenapa pinang harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dimaksudkan untuk mengawetkan pinang agar tahan lama. Berikut ini adalah teknik pengolahan pinang yang sering digunakan oleh petani pinang.

Pengeringan pinang belah kering di atas tungku

Buah pinang dipanen setelah buah matang. Ciri-ciri buah pinang matang adalah warnanya yang mulai kekuningan hingga kemerahan dan isinya yang lembek. Sementara itu rasanya lepat dan hangat. Walaupun demikian, banyak juga petani yang memanen buah pinang muda yang warnaya masih hijau.

Setelah dipanen, buah pinang dikeringkan terlebih dulu sebelum dijual. Fungsi dari pengeringan adalah membuat buah tahan lama sehingga dapat diekspor atau dikirim ke daerah yang jauh. Pinang belah kering tahan hingga 1 tahun setelah dikeringkan.

Sebelum dikeringkan, buah pinang dibelah terlebih dahulu agar bijinya juga ikut kering. Tanpa dibelah, isi atau biji pinang akan sulit mengering. Teknik pengeringan pinang kebanyakan menggunakan tungku yang dipasang dalam rumah pengering.

Rata-rata, rumah pengering pinang sederhana dapat memuat pinang dengan kapasitas lebih dari 2 ton. Di dalamnya dipasang sistem mekanik dan blower untuk mengendalikan suhu pengeringan. Proses pengeringan biasanya memakan waktu 3 – 5 hari. Proses ini jauh lebih cepat daripada proses penjemuran di bawah sinar matahari.

Beberapa rumah pengering dibuat lebih besar dengan peralatan terbuat dari besi sehingga pengeringan dapat dilakukan lebih cepat. Saat ini sudah semakin banyak model rumah pengering yang dikembangkan untuk membantu para petani.

Pengeringan dengan cara dijemur

Proses Pengolahan Pinang Belah Kering

Walaupun penggunaan rumah pengering untuk mengeringkan pinang sudah semakin populer, pengeringan konvensional dengan cara dijemur biasa masih menjadi pilihan bagi beberapa petani. Mereka memilih cara ini karena belum memiliki rumah pengering.

Metode pengeringan dengan cara dijemur membutuhkan lahan yang luas. Buah pinang yang sudah dipanen dihamparkan di bawah sinar matahari. Pengeringan yang maksimal membutuhkan waktu 2 – 3 minggu. Pada musim hujan, waktu yang dibutuhkan untuk menjemur menjadi lebih lama.

Selain dihamparkan, buah pinang bisa diikat satu sama lain dengan tali dan dijemur dengan cara digantung pada jemuran kayu. Cara ini dapat menghemat tempat karena tidak memerlukah lahan untuk menghamparkan pinang.

Teknik penjemuran di bawah sinar matahari memiliki kelebihan yaitu hasil yang didapat lebih berkualitas. Dibanding dipanaskan di atas tungku, pinang kering hasil dijemur lebih tahan lama. Hal ini juga merupakan alasan lain kenapa masih banyak petani melakukan metode pengeringan ini.

Tetapi banyak juga petani yang sudah mulai meninggalkan cara ini karena memakan waktu lama. Apalagi jika hujan datang, mereka kerepotan untuk mengangkat pinang yang dijemur. Buah pinang tidak boleh  terkena air hujan karena akan membuatnya cepat busuk.

Proses pengeringan lebih lanjut

Pengeringan pinang dengan dibakar atau dijemur hanya dapat menghilangkan kadar air hingga 80%. Dengan kata lain buah pinang dari hasil pengeringan tersebut masih memiliki kadar air 20%. Para pengepul yang membeli pinang dari petani harus melalukan pengeringan lebih lanjut untuk mengurangi kadar air.

Untuk keperluan ekspor, kadar air dalam buah pinang belah kering hanya bolek maksimal 5%. Karna itulah para eksportir menggunakan metode dan peralatan yang lebih canggih dan modern untuk mengeringkan pinang. Jika belum memenuhi syarat kadar air 5%, buah pinang belum boleh diekspor ke negara lain karena pasti kualitas menurun sebelum sampai tujuan.